Minggu, 18 November 2012

Analisa usaha menggunakan client server

CLIENT SERVER 
pertanyaan : buat tulisan analisa usaha menggunakan client server ?
jawab :

Client-Server adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client(biasanya aplikasi yang menggunakan GUI ) dengan server. Masing-masing client dapat meminta data atau informasi dari server.
Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi, tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu :
           1.Servis (layanan)
  • Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda 
  • Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya.
  •  Server sebagai provider, client sebagai konsumen
          2.Sharing resources (sumber daya)
  • Server bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan  meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.
           3.Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris )
  • Many-to-one relationship antara client dan server.Client selalu menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client
            4.Transparansi lokasi
  • Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.
5.Mix-and-Match 
  • Perbedaan server client platforms
            6.Pesan berbasiskan komunikasi
  •  Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan jawaban.
            7.Pemisahan interface dan implementasi
  •  Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang diterbitkan tidak berubah.
Arsitektur jaringan Client Server merupakan model konektivitas pada jaringan yang membedakan fungsi computer sebagai Client dan Server. Arsitektur ini menempatkan sebuah komputer sebagai Server. Nah Server ini yang bertugas memberikan pelayanan kepada terminal-terminal lainnya tang terhubung dalam system jaringan atau yang kita sebut Clientnya. Server juga dapat bertugas untuk memberikan layanan berbagi pakai berkas (file server), printer (printer server), jalur komunikasi (server komunikasi).
Pada model arsitektur ini, Client tidak dapat berfungsi sebagai Server, tetapi Server dapat berfungsi menjadi Client (server non-dedicated). Prinsip kerja pada arsitektur ini sangat sederhana, dimana Server akan menunggu permintaan dari Client, memproses dan memberikan hasil kepada Client, sedangkan Client akan mengirimkan permintaan ke Server, menunggu proses dan melihat visualisasi hasil prosesnya.
Sistem Client Server ini tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan jaringan komputer skala luas. Sistem ini menggunakan protokol utama Transmision Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP), sedangkam sistem operasi yang digunakan antara lain Unix, Linux dan Windows NT.
Lingkungan Database Client/Server di Internet
  • Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC
  • Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri
  • Berbagi hardware atau software
Komponen dasar Client Server
Pada dasarnya Client Server terdiri dari 3 komponen pembentuk dasar, yaitu Client, Middleware, dan Server. Gubungan dari ketiganya dapat digambarkan sebagai berikut:
Arsitektur File Server
  • Model pertama Client/Server
  • Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation
  • Satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan
  • Server bertindak sebagai file server
  • File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut
  • Setiap klien dilengkapi DBMS tersendiri
  • DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server
  • Aktivitas pada klien:
  • Meminta data
  • Meminta penguncian data
  • Tanggapan dari klien
  • Memberikan data
  • Mengunci data dan memberikan statusnya
Batasan File Server
  • Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan
  • Setiap klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori
  • Klien harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus
  • Salinan DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara bersama-sama ð tanggung jawab diserahkan kepada programmer
Arsitektur Database Server
  • Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis)
  • Database server bertanggung jawab pada penyimpana, pengaksesan, dan pemrosesan database
  • Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi
  • Beban jaringan menjadi berkurang
  • Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server
  • Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture
pedoman untuk usaha warnet, yang harus diperhatikan :
    Biaya Listrik
    Biaya listrik per bulan ditentukan oleh kebutuhan listrik dari warnet tersebut. Untuk memperkirakan biaya listrik yang wajar tentu harus di analisa dulu seberapa besar kebutuhan daya listrik. Sebagai contoh kasus kita coba menghitung berapa besar daya listrik yang diperlukan oleh warnet dengan konfigurasi berikut:
    PC : 11 unit @ 200 watt
    1. Monitor: 11 unit CRT 15″ @ 90 watt
    2. Printer: 1 unit inkjet @ 40 watt
    3. Scanner: 1 unit @45watt
    4. Lampu indoor: 4 buah TL @ 25watt
    5. Lampu outdoor: 2 buah TL @ 50watt
    6. AC: 2 buah @ 1,5 PK ( 1 pk = 746 watt, 1,5 pk = 1119 )
    7. Cooler: 1 unit @ 90 watt
    Total kebutuhan daya adalah:
    1. PC = 11 x 200 = 2200 watt
    2. Monitor = 11 x 90 = 990 watt
    3. Printer = 1 x 40 = 40 watt
    4. Scanner = 1 x 45 = 45 watt
    5. Lampu indoor = 4 x 25 = 100 watt
    6. Lampu outdoor = 2 x 50 = 100 watt
    7. AC = 2 x 1119 = 2238 watt
    8. Cooler = 1 x 90 = 90 watt
    9. Total kebutuhan daya = 5803 watt
    Dilihat dari paparan di atas maka daya listrik terpasang yang disarankan adalah minimal 6600 watt. Biaya listrik untuk daya sebesar itu biasanya berada di kisaran Rp 900.000 s/d Rp 1.500.000 per bulan. Banyak cara (yang halal) untuk menurunkan pemakaian daya listrik. Misalnya: menggunakan monitor LCD, mematikan pc/monitor yang tidak digunakan, mengatur suhu AC pada suhu yang tidak terlalu dingin ( 22 - 25 derajat celcius ).  Diperkirakan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1.500.000
    Biaya Koneksi.
    Berbicara biaya koneksi, maka pilihannya beragam dan bergantung kepada lebar bandwidth, media koneksi, kualitas dsb.  Hal yang harus diperhatikan ialah kebutuhan bandwidth, selanjutnya berbicara biaya koneksi. Untuk biaya dapat dilihat dari situs-situs ISP di Indonesia, salah satu paket yang paling sering digunakan ialah Speedy dengan paket corporate, dengan biaya koneksi sebesar Rp 750.000,00.
    Biaya Alat
    Kebutuhan bioaya alat dapat dilihat dalam uraian sebagai berikut :
    1. 10 Pc client (apabila budget anda sangat terbatas disarankan menggunakan PC dengan konfigurasi Intel PIII minimal 800 Mhz, Ram 256 Mb, VGA min 32 Mb, Hardisk 10 Gb, lan card 100 Mbps, monitor 15” digital (second)) biaya yang dibutuhkan untuk 1 unit PC klient Rp. 1.000.000,00
    2. 1 Unit PC server, saya sarankan minimal Intel P4 2.4 Ghz, Ram 1 Gb, VGA 64 Mb, Hardisk 80 Gb, Monitor cukup 15” digital saja, dana yang diperlukan kira-kira Rp. 2.500.000,00
    3. Alat untuk koneksi wireless ke internet melalui provider XL, 1 buah PCI to PCMCIA card, 1 Buah Modem Wirreless PCMCIA, 1 buah cips dari provider XL, perkiraan dana yang dibutuhkan Rp. 1.500.000,00
    4. Peralatan untuk membangun jarigan LAN (local Area Network), dibutuhkan 1 buah Hub Switch cukup yang 16 port saja, Plug Conection RJ 45, Kabel Lan (belden) cecukupnya untuk mengkoneksikan antara PC server dengan PC klient, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp. 1.000.000,00
    5. Total biaya untuk peralatan yang dibutuhkan untuk peralatan adalah Rp. Rp. 15.000.000,00 (diluar penyetingan apabila anda akan di setingkan ke pelayanan service computer, atau kepada orang yang ahli)
    Catatan : Asumsi kekuatan alat ini ialah selama tiga tahun, dengan demikian diperkirakan penyusutan peralatan ini dihitung selama tiga tahun.
    Biaya Tempat
    Untuk biaya tempat dapat dilihat dalam uraian sebagai berikut :
    1. Untuk 10 client dan 1 buah server biasanya dibutuhkan tempat sekitar 5m x 8m, dengan ukuran tempat 1 buah Client 1m x 1m, biasanya warnet yang nyaman tempat untuk client dibuat privasi dengan menggunakan sekat-sekat, cukup menggunakan triplek yang dibuat ruangan-ruangan kecil, dibuat lesehan saja dengan menggunakan karpet, serta di berikan bantal yang nyaman untuk duduk, beserta meja kecil untuk menyimpan PC dan monitor.
    2. Apabila sudah mempunyai tempat yang memadai gunakan tempat tersebut sehingga tidak perlu mengeluarkan tambahan biaya untuk sewa tempat, apabila belum mempunyai perkirakan dana yang disediakan tidak melebihi Rp. 12.000.000,00 per tahunnya.
    Biaya Rutin, Tenaga Kerja & Gaji Pemilik
                Diperkirakan biaya rutin dalam satu bulan ialah Rp 1.000.000,00, untuk  biaya tenaga kerja (2 orang) untuk dua shift ialah sebesar Rp 2.000.000 dan gaji Pemilik sebesar Rp 2.000.000,00 per bulan
    Biaya Lainnya
                Biaya lainnya yang diperkirakan akan dikeluarkan ialah biaya restribusi sebesar Rp 100.000,00 per bulan dan biaya promosi sebesar Rp 450.000,00 per tahun
    Perkiraan Pendapatan
    Perkiraan pendapatan secara umum dapat diperoleh dari tiga sumber, yaitu :
      1. Pendapatan utama warnet
      2. Printing
      3. Makanan dan minuman
    Perkiraan pendapatan dari warnet dalam satu bulan ialah :
    dari 10 Client dengan biaya sewarata-rata di Indonesia adalah Rp. 3.000,00 per jam, dengan asumsi 11 jam, maka rata-tata sewa per clientnya (biasanya warnet buka 24 Jam), 10 client X 11Jam X Rp. 3.000,00 = Rp. 330.000,00/ hari, atau total pendapatan dalam satu  bulan sebesar Rp. 9.900.000,00
    Perkiraan pendapatan dari printing dalam satu bulan diperkirakan Rp 300.000,00
    Perkiraan pendapatan dari makanan dan minuman diperkirakan Rp 700.000

    sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar